
Terinspirasi dari pembicaraan dengan Fernandes Sembiring semalam...
- Menyakiti, disakiti, dan tersakiti berasal dari kata dasar "sakit".
Dalam KBBI, sakit adalah berasa tidak nyaman pada bagian tubuh karena menderita sesuatu.
Berdasarkan dua pengertian ini dapat disimpulkan sakit adalah berasal dari persepsi dan perasaan tidak nyaman pada bagian tubuh karena menderita sesuatu. Tampaknya perlu diurai juga arti kata menderita sesuatu,,,
Menderita menurut KBBI, suatu yang menyusahkan yang ditanggung di hati.
Imbuhan me-i pada sakit mengakibatkan kata sifat ini berubah menjadi kata kerja aktif yang artinya membuat jadi sakit.
Sedangkan imbuhan di-i mengakibatkan dia berubah menjadi kata kerja pasif.
Dan imbuhan ter-i lebih mirip pada imbuhan di-i namun lebih berfokus pada sebuah ketidaksengajaan menjadi sakit.
Saat disakiti atau tersakiti kita akan berfikir (berpersepsi) bahwa hidup kita tidak nyaman, menderita.
Rasanya apapun akan kita lakukan agar kita melewati masa-masa itu. Kita menganggap subyek yang membuat kita sakit adalah orang jahat, tidak berperasaan, tega, dan bagi mereka yang memiliki sifat yang egois memaksakan apa mau mereka sampai rasa sakit itu hilang atau parahnya mendendam (semoga Allah menjauhkan aku dari hal itu,,Amin...)
Saat menyakiti, kita akan merasakan perasaan bersalah yang sangat dalam (mungkin bagi yang hatinya peka). Merasa menjadi orang yang jahat dan tidak punya perasaan atau apalah. (tapi entah kali ini saya berhadapan dengan orang-orang yang kurang,,,ehm,,,tidak peka mungkin...ups...tidak boleh curhat perasaan..)
Tidak sedikit dari kita pasti berpikir menyakiti itu lebih mudah daripada tersakiti atau disakiti,,,
Hmm..tapi atas jawaban teman saya kemarin saya kembali berpikir...
Ketika kita menyakiti seseorang belum tentu orang itu memberikaan maaf kepada kita sekalipun itu maaf yang tulus...
Saya mengatakan maaf yang tulus karena saya berpikir kalau maaf disertai kata-kata "jika/kalau saya salah" itu adalah suatu maaf yang tidak berlandaskan atas kesadaran atas kesalahan yang telah diperbuat atau kesadaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang kita lakukan...
Sedangkan ketika kita disakiti atau tersakiti, sungguh banyak yang bisa kita dapatkan sebagai ladang amal...
Kalau ada yang berpikiran meminta maaf lebih sulit daripada memaafkan maka saya berpikir kebalikannya...
Dalam Islam kita tidak boleh mendoakan yang jelek kepada orang yang membuat kita sakit...
Betapa mulianya Islam...
Mengajarkan kita untuk mengetahui bahwa Allah pemilik alam semesta adalah Dzat yang Ghofur,,,yang Maha Pengampun, kenapa kita hambaNya tidak?
Bagi Anda yang merasa menyakiti, sadarilah untuk membuat segalanya berubah lebih baik, gunakan akal dan hati untuk menyadari kesalahan yang kita lakukan dan memperbaiki,,
Bagi yang disakiti atau tersakiti, manfaatkanlah waktu itu untuk melapangkan dadamu selebar-lebarnya,,mensyukuri ujian Allah bahwa kita menjadi hamba yang diuji kualitas imannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar